Rabu, 27 Maret 2013

Sepakbola Modern, Kematian Traditional Winger?

Sepakbola adalah sebuah olahraga yang membutuhkan kecepatan dan akurasi umpan untuk mencetak sebuah gol. Tak jarang pola serangan dibangun dari sisi samping lapangan dimana para pemain sayap wajib mengoptimalkan bola dari area tersebut. Namun patut dicermati bahwa di era sepakbola sekarang fungsi dari pemain sayap murni alias traditional winger mulai terpinggirkan. Bukan, bukan karena tak ada generasi baru dalam posisi tersebut, tapi lebih disebabkan oleh dominan-nya penguasaan bola dan penggunaan umpan-umpan datar nan pendek yang kini dinilai lebih efektif ketimbang crossing (umpan lambung).

Formasi 4-2-3-1 kini seolah menjadi primadona bagi para pelatih untuk membangun kesolidan tim. Dua gelandang jangkar penahan bola dan 3 pemain di depannya yang bertugas melancarkan serangan sudah menjadi hal mainstream dan sering kita jumpai dalam sebuah tim. Mungkin hanya tim-tim klasik dari Italia seperti Juventus dan Napoli yang sedikit berbeda dan masih setia menggunakan formasi 3 bek hingga sekarang. Meski begitu, kedua tim papan atas Serie-A tersebut juga lebih mengoptimalkan wing-back prima ketimbang pemain sayap murni dalam formasi mereka.