Jumat, 17 Mei 2013

Jika Klub-klub Liga Inggris adalah Deretan Band, Maka...


Dunia sepakbola dan musik jelas berbeda satu sama lain. Namun kita tetap bisa menarik beberapa kesamaan dari dua dunia tersebut. Sekadar iseng, di artikel ini saya tulis bagaimana seandainya jika klub-klub Premier League digambarkan sebagai deretan grup musik Britania. Pengetahuan musik saya tak terlalu luas, jadi berikut ini yang dapat saya deskripsikan. (And yes, artikel ini bersifat subyektif).

Arsenal: Arctic Monkeys.
Deretan pemain muda enerjik, punya tempo bermain yang cepat, namun masih dipandang sebelah mata karena prestasinya begitu-begitu saja.


Aston Villa: Duran Duran.
Sama-sama berasal dari Birmingham, sukses di era 80-an, dan kini mulai dilupakan. They're so similar, aren't they?

Chelsea: Coldplay.
London prides. Semakin anda membenci mereka, semakin mereka sukses. Chris Martin adalah Frank Lampard-nya Coldplay.

Everton: The Beatles.
Of course Evertonians  adore Paul McCartney and Leighton Baines.

Fulham: Bloc Party.
Underrated, hipster, whatever you said it. Keduanya berasal dari London, punya fans yang loyal, anda tak bisa membenci mereka walau sebetulnya sama-sama membosankan.

Liverpool: The Rolling Stones.
Jangan kaget jika para penggemar The Reds dan The Rolling Stones membawa kejayaan masa lalu dalam obrolan mereka, karena hanya itu yang mereka punya sekarang.

Manchester City: Oasis.
Liam Gallagher, who else? Kesuksesan mereka hanya dipisahkan oleh waktu. City sedang menikmati masa jayanya, tapi bisa saja beberapa musim ke depan mereka jatuh karena ketidakharmonisan tim.


Manchester United: Radiohead.
Satu kata: konsisten. Terlebih lagi Radiohead dibentuk tahun 1985, tetap aktif hingga kini dan mengiringi dinasti Alex Ferguson di United. Thom Yorke pun mencintai United layaknya band dia sendiri.

Newcastle United: Phoenix.
Sama-sama berasal dari Prancis... eh, wait...

Queens Park Rangers: Bush.
Kumpulan orang-orang bertalenta yang tak pernah bisa menunjukkan performa terbaik mereka.

Sunderland: The Stranglers.
The Stranglers terbentuk satu tahun setelah Sunderland memenangi FA Cup secara mengejutkan di tahun 1973. Is it a coincidence? Karena The Stranglers juga berasal dari Wearside.

Swansea: Stereophonics.
Yay, kebanggaan Wales. Stereophonics punya musik berkualitas, begitupun teknik melatih Michael Laudrup.

Tottenham: Mumford and Sons.
Entahlah, Spurs terlihat seperti klub indie dengan tema folks. Marcus Mumford = Gareth Bale.


West Ham United: The Smiths.
Banyaknya pemain berumur sudah jadi ciri khas The Hammers, meski begitu mereka tetap solid layaknya Morrissey dan kawan-kawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar