Musim panas 2013 menjadi momen buat FIFA untuk menggelar 3 turnamen antarnegara dalam agenda resmi mereka. Euro U-21 di Israel, Piala Konfederasi di Brasil, dan Piala Dunia U-20 di Turki digelar dalam waktu berdekatan dan menjadi tontonan menarik buat para penikmat sepakbola di tengah liburnya liga-liga mayor Eropa. Khusus turnamen yang disebut terakhir, ajang ini punya daya tarik tersendiri karena sebelumnya telah 'melahirkan' banyak nama berbakat yang kini telah menjelma menjadi pemain-pemain matang dan ber-skill mumpuni. Sebut saja Thierry Henry, Angel di Maria, Xavi Hernandez, James Rodriguez, dan Carlos Vela. Mereka pernah bermain di Piala Dunia U-20 yang melambungkan daya jual mereka.
World Cup U-20 tahun ini akan digelar selama kurang lebih 3 minggu (21 Juni-13 Juli) dan diikuti oleh 24 negara. Banyak pemain muda berbakat yang tentu saja mengundang kehadiran para scout yang diutus oleh berbagai klub dari penjuru dunia. Berikut adalah 10 pemain yang wajib anda tahu dan punya potensi bermain cemerlang membela negaranya di Piala Dunia U-20 2013.
Prancis: Lucas Digne. Position: left back.
Ada nama Paul Pogba di skuad yang dibawa Pierre Mankowski, tapi mengingat kemampuan Pogba sudah teruji sebagai bagian kesuksesan Juventus di Serie-A musim ini, nama pemain Prancis lain bisa dikedepankan. Lucas Digne, 19 tahun, dalam usianya yang belum menginjak kepala dua ia telah menjadi pilihan inti di Lille. Cepat, versatile, dan punya opsi bertahan dan menyerang sama baiknya menjadi keunggulan Digne. Sempat dilirik Liverpool dan Manchester United, Digne memilih memperpanjang kontraknya bersama Lille hingga tahun 2016.
Fransisco 'Paco' Alcacer adalah nama yang cukup familiar bagi penggemar sekaligus penonton Liga Spanyol. Gaya bermainnya sekilas mirip Fernando Morientes, dan kebetulan ia juga merupakan lulusan akademi Valencia, klub yang pernah dibela Moro. Dipinjamkan oleh Valencia ke Getafe pada musim lalu, jam terbang Paco di liga sudah termasuk mumpuni untuk seorang pemain muda. Sebagai pilihan utama timnas Spanyol U-20, Paco berpotensi menjadi top scorer turnamen.
Portugal: Armindo 'Bruma'. Position: winger.
Portugal: Armindo 'Bruma'. Position: winger.
Pemain sayap produk asli Sporting Lisbon ini telah memperkuat timnas Portugal junior dari level U-15. Dipromosikan ke tim utama Sporting pada musim lalu, Bruma mendapat jatah bermain di kompetisi Eropa yang terbilang cukup buat pemain berusia 18 tahun. Kecepatan dan kemampuan menusuk ke kotak penalti adalah keunggulan pemain kelahiran Guinea-Bissau yang satu ini.
Turki: Hakan Çalhanoglu. Position: attacking midfielder.
Pemain dari negara tuan rumah juga wajib jadi perhatian karena mereka punya motivasi ekstra ketika bermain di depan publik sendiri. Çalhanoglu adalah gelandang serang kelahiran Jerman andalan timnas Turki junior yang konsisten memperkuat negaranya dari level U-16. Disebut-sebut sebagai jelmaan Mesut Ozil, Çalhanoglu yang kini bermain rutin di Karslruhe SC (tim divisi 2 Bundesliga) punya potensi menyerang lawan lewat kemampuannya membaca situasi permainan dan juga tendangan bebas mumpuni.
Kolombia: Juan Quintero. Position: attacking midfielder.
Setelah James Rodriguez, Kolombia kembali melahirkan seorang gelandang serang berbakat dalam diri Juan Quintero. Versatile dan lincah, Quintero mejadi bagian dari skuad Pescara di Serie-A musim lalu. Meski tim yang bersangkutan degradasi, Quintero masih akan bermain di liga yang sama musim depan karena telah resmi dibeli Genoa. Playmaker muda yang dianugerahi kemampuan passing nan akurat.
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Bueno telah menjadi salah satu pemain andalan Pachuca, tim papan atas Meksiko, pada musim lalu. Selain striker, ia juga bisa bermain melebar sebagai winger kanan. Meksiko U-20 boleh berharap banyak pada talenta muda yang satu ini karena ia punya duet yang sama bagusnya, yakni Jesus Corona.
Masuk akademi Southampton sejak usia 8 tahun, Ward-Prowse adalah salah satu pemain berpotensi Soton yang bisa saja bermain di klub besar suatu saat nanti, mengikuti jejak Gareth Bale dan Theo Walcott. Masih berusia 18 tahun, namun Ward-Prowse telah lumayan sering bermain di tim utama Soton, membuat dirinya menjadi pemain yang lumayan sibuk karena juga harus bermain di Southampton U-21. Gelandang prima yang rutin memperkuat timnas Inggris junior dari level U-17.
Mesir: Ramy Rabia. Position: center back.
Bek tengah yang merupakan pemain utama Al-Ahly, tim besar di liga Mesir. Umurnya baru 20 tahun, tapi Rabia bermain lebih tangguh dari usianya. Hebatnya lagi, Rabia juga sudah memperkuat timnas senior Mesir yang membuat dirinya sempat menarik perhatian Arsene Wenger. Pengalaman dan jam terbang tinggi adalah faktor utama yang jadi nilai positif Rabia dibanding rekan-rekannya di skuad Mesir U-20.
Varela mendadak menjadi perhatian setelah resmi dibeli Manchester United dari Penarol. Posturnya tak begitu tinggi, 171 cm, tapi ini justru membuatnya menjadi lebih lincah seperti pemain-pemain 'kerdil' lainnya. World Cup U-20 kali ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi dirinya apakah benar-benar layak dibeli oleh tim sekelas MU.
Kroasia: Marko Livaja. Position: stiker.
Nama Livaja jelas sudah tidak asing buat para penikmat Serie-A. Dibeli Inter Milan dari Hajduk Split, Livaja justru berkembang di Atalanta, yang membelinya di paruh kedua Serie-A musim lalu. Rutin membela timnas junior Kroasia dari level U-15, sudah jelas bahwa bakat Livaja sudah terasah dari remaja. Calon top scorer turnamen selain Paco Alcacer.
---------------------------------------------------------------------------------
bagan grup Piala Dunia U-20 2013.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar